Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Tiba di Desa Setabu, [111] KPM Terima Alokasi Oktober–November 2025
Setabu, 11 Des 2025 Program Bantuan Pangan berupa beras dan minyak goreng alokasi bulan Oktober dan November tahun 2025 telah berhasil disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Setabu. Penyaluran ini merupakan wujud komitmen Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan meringankan beban ekonomi masyarakat.
[111 KPM] Keluarga Penerima Manfaat di Desa Setabu terdata sebagai penerima bantuan pangan kali ini, yang disalurkan langsung oleh Perum Bulog melalui mitra penyaluran di tingkat desa.
Detail Bantuan untuk Setiap KPM
Setiap KPM menerima total bantuan untuk dua bulan alokasi, yaitu Oktober dan November 2025:
Beras: 10 Kilogram (1karung, masing-masing 10 kg).
Minyak Goreng: 4 Liter (Biasanya dalam kemasan MinyaKita).
Penyaluran dipusatkan di Balai Desa Setabu dan berjalan lancar di bawah pengawasan ketat aparat desa dan pihak terkait.
Dukungan Ketahanan Pangan
Kepala Desa Setabu, menyampaikan apresiasi atas kelancaran program ini.
"Kami bersyukur bantuan pangan dari Bulog ini telah diterima oleh warga kami yang berhak. Bantuan beras 10 kg dan minyak goreng 4 liter ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok rumah tangga di tengah tantangan ekonomi saat ini," ujar saat ditemui di lokasi penyaluran.
Proses verifikasi data penerima dilakukan dengan ketat, mengacu pada data terkini dari Pemerintah Pusat, untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada warga yang paling membutuhkan.
Imbauan dan Pengecekan
Warga diimbau untuk menggunakan bantuan ini dengan bijak dan tidak memperjualbelikannya. Bagi masyarakat yang ingin memastikan status penerimaan bantuan pangan, dapat melakukan pengecekan mandiri melalui perangkat desa atau situs resmi seperti cekbansos.kemensos.go.id atau menanyakan langsung kepada petugas di Kantor Desa Setabu.
Sekretaris Desa Setabu menekankan bahwa program ini adalah upaya kolektif Pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas harga pangan di pasaran.